Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Beda Pilihan Bukan Alasan Untuk Saling Menyalahkan

 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Tempat memang tidak menjadi alasan seseorang untuk tidak berkembang, apalagi dengan didukung perlengkapan yang memadai. Namun, kenapa justru organisasi-organisasi yang berpotensi melahirkan orang-orang kritis, organisasi-organisasi yang katanya setara dengan kedudukan tertentu, organisasi yang katanya menjadi pengawas peran tertentu, malah diberikan tempat yang seadaanya, diberikan ruang yang bahkan sekecil-kecilnya? Hal yang sering kali saya temui terutama dilingkungan pendidikan. Meskipun begitu, ditempat sekadarnya tadi, para pengurus dituntut untuk bisa melakukan banyak hal. Mereka dituntut untuk bisa berdiskusi, menerima tamu, menyalurkan aspirasi, dan menemukan solusi, serta merancang event-event besar yang bisa jadi menguntungkan stakeholder yang memiliki kedudukan tinggi. Saat membuat acara, mereka diminta agar memangkas anggaran biaya. Saat mengadakan rapat, mereka dibatasi jam kerjanya. Saat akan mengadakan pembelaan malah ditu...

Cita dan Bahagia

 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Manusia, mahkluk yang tengah menempuh perjalanan panjang. Melintasi setiap tahap kehidupan dengan berbagai rintangan. Sebagai manusia, kita tentu sering memperhatikan sekeliling kita, bahkan tak jarang perhatian kita justru tertuju pada kehidupan orang lain yang terlihat menarik. Beberapa dari kita juga sering terperangkap dalam kata 'andai' yang menjanjikan kenyamanan semu.  Diwaktu kita menjadi anak kecil, kehidupan orang dewasa terlihat begitu menarik, orang-orang dewasa terlihat bebas melakukan hal apapun yang mereka sukai, berbeda dengan anak kecil yang masih terpenjara dalam berbagai aturan yang diciptakan orangtua. Disisi lain, saat kita menjadi dewasa, kita justru ingin kembali ke masa-masa muda, saat kita menjadi anak-anak atau menjadi remaja karena ternyata menjadi dewasa tidak sesederhana yang kita kira. Kenapa muncul keinginan seperti itu ? Keinginan-keinginan itu muncul sebagai respon diri kita saat tengah mengalami gej...

Menghargai Keberadaan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Untukmengawali bulan November ini, saya ingin membahas tentang menghargai keberadaan. Menanggapi beberapa celetukan "caper" atau "attention seeker" yang sering beredar dikalangan masyarakat saat ini, yang cenderung untuk ditujukan ke suatu gender yaitu "perempuan" menggugah saya untuk menulis tulisan ini, bukan untuk membantah atau membenarkan, tapi sebagai ulasan yang sering saya temui sehari-hari.  Caper atau attention seeker adalah bentuk ekspresi seseorang yang ingin keberadaannya diakui. Banyak hal yang bisa melatarbelakangi perilaku tersebut tentunya, dan kembali lagi kita tidak bisa melihat hanya dari satu sisi saja untuk menyikapinya. Kita tidak bisa langsung menghakimi bahwa hal itu termasuk hal negatif tanpa mengetahui penyebabnya. Kenapa perhatian harus dicari ? Karena mereka ingin diakui, mereka ingin keberadaannya dihargai, atau mereka ingin mendapatkan perhatian yang lebih. Mungkin saya selama ini s...

Identitas yang Disalahartikan

 Assalamualaikum, untuk mengisi Sabtu malam ini, ada pembahasan yang menarik yang menggoda saya untuk menuliskannya.  Sesuai judul, kali ini kita akan membahas tentang identitas yang disalahartikan. Apasih identitas itu ? Bagi umat muslim tentunya sudah tidak asing lagi dengan kata kerudung. Menurut KBBI sendiri kerudung berarti kain penutup kepala perempuan. Kenapa kali ini saya membahas hal tersebut ? Jawabannya adalah karena banyaknya kesalahanpahaman dalam pemakaian kain penutup kepala tersebut, entah itu dari umat muslimnya sendiri atau dari agama lain. Allah SWT berfirman dalam QS An Nur ayat 31: "Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra me...

Pembenaran Dibalik Kebenaran

 Assalamualaikum wr wb. Kali ini saya akan membahas pembenaran dibalik kebenaran, yang akan diawali denga membahas salah satu kata yang popular, yaitu kata "baper" yang sering disalahartikan. Tentunya kita sudah tidak asing dengan kata baper bukan? Baper yang merupakan kepanjangan bawa perasaan, sering kali dijadikan kambing hitam saat kita tengah melakukan kesalahan, dijadikan dinding pelindung untuk mencari pembenaran atau dijadikan panggung untuk kita menjatuhkan seseorang. Hanya karena seseorang berniat untuk bercanda, dan orang lain tidak mengartikan kalimat tersebut sebagai sebuah kalimat candaan, seseorang itu bisa menggunakan kata baper sebagai tameng agar dia tidak disalahkan. "Baperan banget sih, orang cuma becanda doang kok" atau "gitu aja marah, baperan deh" dsb. Sadar atau tidak sejak kita mengenal kata "baper" kita memang lebih sering menyalahkan daripada menyadari bahwa kita sedang melakukan kesalahan. Padahal bisa saja memang disa...

Its ok to be not ok

 Assalamualaikum, Halo, apa kabar ? Pertanyaan simpel yang sering ditanyakan untuk orang-orang yang baru bertemu atau sudah lama tidak bertemu. Pertanyaan yang biasanya digunakan sebagai pembuka topik lainnya yang lebih intim. Tapi, coba kita cermati lagi pertanyaannya. Untuk menjawab pertanyaan apa kabar, kebanyakan orang tak butuh waktu lama untuk menjawab "baik". Apa benar kita selalu baik setiap harinya ? Atau kita hanya berusaha terlihat baik setiap harinya ? Pertanyaan apa kabar menurut saya adalah pertanyaan yang umum, tergantung konteks mau ditujukan ke mana. Kalau ditanya soal fisik, bisa dengan mudah kita menjawab, karena kita bisa melihatnya secara langsung. Tapi, kalau sudah berkaitan dengan jiwa dan perasaan, biasanya kita butuh waktu untuk berpikir sejenak. Mungkin untuk mencari alasan agar terlihat baik-baik saja karena hal tertentu atau memang kita perlu mengonfirmasi apa diri kita memang sedang baik-baik saja saat itu. Sebagai manusia tentunya kita dihadapkan...

Gimana sih kok bisa pinter ?

 Assalamualaikum, pada kesempatan kali ini saya ingin membahas tentang kepintaran. Mengingat banyaknya pertanyaan yang sering saya temui dikehidupan sehari-hari, meskipun bukan semuanya tertuju kepada saya tentunya. Rasanya sudah tidak asing lagi dengan pertanyaan "kok bisa pinter gitu sih ?" , "Apa rahasianya biar bisa pinter ?"  atau "gimana sih kok bisa pinter ?" . Menanggapi banyaknya pertanyaan diatas yang sering bertebaran baik di dunia nyata maupun dunia maya, membuat saya tergugah untuk membahas topik ini. Pintar sendiri dikbbi dapat diartikan sebagai "pandai, cakap, cerdik, banyak akal, mahir (melakukan atau mengerjakan sesuatu)". Nah kalau saya pribadi ditanya gimana biar bisa jadi orang pintar ? Rasanya saya tidak bisa menjawabnya dengan lantang, kenapa ? Karena menurut saya pintar adalah sebuah hasil, sedangkan penentu sebuah hasil adalah Allah Yang Mahakuasa. Sekuat apapun berusaha kalau Tuhan bilang belum saatnya ya tetep aja nggak ...

Berawal Dari Iri Jadi Lupa Diri

 Assalamualaikum wr, wb.      Setelah lama fakum menulis blog, akhirnya saya memncoba memulai kembali untuk menulis, mencoba untuk mengungkapkan apa yang akhir-akhir saya amati.      Selama perjalanan dari umur 0 hari sampai tahun 2020 ini tentunya sudah banyak hal yang kita lalui, banyak kata yang baik sengaja atau tidak sengaja ditujukan orang lain untuk diri ini ataupun kata-kata yang berasal dari pikiran kita untuk diri sendiri. Siapa yang sudah tak asing dengan kata "dia mah enak, udah kaya dari lahir" atau "kamu mah enak, udah cantik dari dulu" atau "kan kamu mah beda, udah pinter dari sananya" .      Kata-kata diatas sebenarnya mengandung banyak makna, antara pesimis dengan kemampuan diri atau iri dengan kelebihan (pencapaian) yang dimiliki orang lain. Dulu ada yang bercerita kepada saya, fase atau keadaan yang sedang kita alami saat ini itu seperti kita sedang menempuh sebuah perjalanan dengan sepeda. Saat kita sudah menaiki se...