Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

Renungan Diawal Bulan Agustus

     Banyak banget kejadian dimasa kecil yang kalau diingat-ingat itu justru bikin haru.      Dulu disaat kecil, waktu lagi marah atau marahan sama orang tua entah karena dilarang A B C atau ada perbuatan mereka yang kurang sesuai menurut diri sendiri, pasti nggak lama kemudian ada kejadian yang bikin ngerasa nyesel setelahnya.      Entah diperjalanan berangkat ngaji, diperempatan deket rumah, tabrakan sama motor karena ngedumel nggak jelas dan berujung nggak konsen merhatiin jalan. Abis itu langsung kepikiran, kalau seandainya tadi nggak selamat bakal kayak gimana? Berasa semua pertengkaran sama orang tua itu kayak film yang diputar tepat didepan mata, dan saat itu baru kerasa penyesalannya. Atau tiba-tiba ngeliat bapak-bapak yang lagi dorong sepedanya buat ngangkut gabah, terus diatas gabahnya itu ada anaknya yang lagi duduk kesenengan, sementara sang bapak bermandikan keringat, kecapekan.      Belum lagi ada ibu-ibu ya...

Setiap Orangtua Dulunya Juga Seorang Anak

         Pernah dengar kalimat, "tidak ada sekolah yang mengajarkan bagaiamana cara menjadi orangtua yang baik." Salah satu kalimat popular yang seringkali dikambinghitamkan kala orangtua sedang dipuncak egonya atau enggan mengakui kesalahan yang sudah mereka lakukan.         Berangkat dari kehidupan sehari-hari dan berbagai sumber yang saya baca mau pun saya tonton. Saya menemukan sebuah kutipan menarik yang berbunyi,  "Setiap orangtua juga dulunya seorang anak yang mengalami trauma karena orangtuanya." "Seorang anak kecil itu otaknya masih berkembang dan masih dalam proses belajar untuk mengenal dirinya sendiri, mereka butuh tangan yang dapat membantunya berpijak dan orangtua tugasnya adalah membantu mereka berpegangan. Jika orangtua belum bisa mengenali emosinya sendiri, bagaimana dengan anak-anak? Dari mana mereka bisa paham dengan emosinya?" - Novel Goodbye Daniel      Menjadi orangtua memang sebuah perjalanan da...