Postingan

Renungan Diawal Bulan Agustus

     Banyak banget kejadian dimasa kecil yang kalau diingat-ingat itu justru bikin haru.      Dulu disaat kecil, waktu lagi marah atau marahan sama orang tua entah karena dilarang A B C atau ada perbuatan mereka yang kurang sesuai menurut diri sendiri, pasti nggak lama kemudian ada kejadian yang bikin ngerasa nyesel setelahnya.      Entah diperjalanan berangkat ngaji, diperempatan deket rumah, tabrakan sama motor karena ngedumel nggak jelas dan berujung nggak konsen merhatiin jalan. Abis itu langsung kepikiran, kalau seandainya tadi nggak selamat bakal kayak gimana? Berasa semua pertengkaran sama orang tua itu kayak film yang diputar tepat didepan mata, dan saat itu baru kerasa penyesalannya. Atau tiba-tiba ngeliat bapak-bapak yang lagi dorong sepedanya buat ngangkut gabah, terus diatas gabahnya itu ada anaknya yang lagi duduk kesenengan, sementara sang bapak bermandikan keringat, kecapekan.      Belum lagi ada ibu-ibu ya...

Setiap Orangtua Dulunya Juga Seorang Anak

         Pernah dengar kalimat, "tidak ada sekolah yang mengajarkan bagaiamana cara menjadi orangtua yang baik." Salah satu kalimat popular yang seringkali dikambinghitamkan kala orangtua sedang dipuncak egonya atau enggan mengakui kesalahan yang sudah mereka lakukan.         Berangkat dari kehidupan sehari-hari dan berbagai sumber yang saya baca mau pun saya tonton. Saya menemukan sebuah kutipan menarik yang berbunyi,  "Setiap orangtua juga dulunya seorang anak yang mengalami trauma karena orangtuanya." "Seorang anak kecil itu otaknya masih berkembang dan masih dalam proses belajar untuk mengenal dirinya sendiri, mereka butuh tangan yang dapat membantunya berpijak dan orangtua tugasnya adalah membantu mereka berpegangan. Jika orangtua belum bisa mengenali emosinya sendiri, bagaimana dengan anak-anak? Dari mana mereka bisa paham dengan emosinya?" - Novel Goodbye Daniel      Menjadi orangtua memang sebuah perjalanan da...

Berartinya Diri Sendiri

     Sebagai seorang manusia, Allah telah menciptakan kita menjadi mahkluk yang paling sempurna.  Memiliki akal untuk menjalankan kehidupan, juga nafsu yang mendorong kita dalam melakukan perbuatan.      Seiring berjalannya waktu, semakin bertambahnya usia, setiap manusia akan berada dalam persimpangan hidupnya. Memunculkan beragam pertanyaan rumit yang belum diketahui jawabannya. Saat kecil kita ingin cepat menjadi dewasa, dengan dalih bahwa orang dewasa bebas untuk melakukan apapun yang dia suka. Namun, nyatanya menjadi dewasa tidak sesederhana bayangan kita diwaktu kecil. Banyak turunan dan tanjakan kehidupan yang harus kita lalui saat berada dititik itu.      Katanya dewasa itu tidak memulu soal umur, ada yang bilang dewasa itu soal sikap. Terlepas dari keduanya, setiap manusia akan merasakan part menjadi dewasa dikehidupannya. Siap atau tidak, kita harus berada dititik itu. Permasalahan hidup yang semakin kompleks juga akan setia me...

Beda Pilihan Bukan Alasan Untuk Saling Menyalahkan

 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Tempat memang tidak menjadi alasan seseorang untuk tidak berkembang, apalagi dengan didukung perlengkapan yang memadai. Namun, kenapa justru organisasi-organisasi yang berpotensi melahirkan orang-orang kritis, organisasi-organisasi yang katanya setara dengan kedudukan tertentu, organisasi yang katanya menjadi pengawas peran tertentu, malah diberikan tempat yang seadaanya, diberikan ruang yang bahkan sekecil-kecilnya? Hal yang sering kali saya temui terutama dilingkungan pendidikan. Meskipun begitu, ditempat sekadarnya tadi, para pengurus dituntut untuk bisa melakukan banyak hal. Mereka dituntut untuk bisa berdiskusi, menerima tamu, menyalurkan aspirasi, dan menemukan solusi, serta merancang event-event besar yang bisa jadi menguntungkan stakeholder yang memiliki kedudukan tinggi. Saat membuat acara, mereka diminta agar memangkas anggaran biaya. Saat mengadakan rapat, mereka dibatasi jam kerjanya. Saat akan mengadakan pembelaan malah ditu...

Cita dan Bahagia

 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Manusia, mahkluk yang tengah menempuh perjalanan panjang. Melintasi setiap tahap kehidupan dengan berbagai rintangan. Sebagai manusia, kita tentu sering memperhatikan sekeliling kita, bahkan tak jarang perhatian kita justru tertuju pada kehidupan orang lain yang terlihat menarik. Beberapa dari kita juga sering terperangkap dalam kata 'andai' yang menjanjikan kenyamanan semu.  Diwaktu kita menjadi anak kecil, kehidupan orang dewasa terlihat begitu menarik, orang-orang dewasa terlihat bebas melakukan hal apapun yang mereka sukai, berbeda dengan anak kecil yang masih terpenjara dalam berbagai aturan yang diciptakan orangtua. Disisi lain, saat kita menjadi dewasa, kita justru ingin kembali ke masa-masa muda, saat kita menjadi anak-anak atau menjadi remaja karena ternyata menjadi dewasa tidak sesederhana yang kita kira. Kenapa muncul keinginan seperti itu ? Keinginan-keinginan itu muncul sebagai respon diri kita saat tengah mengalami gej...

Menghargai Keberadaan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Untukmengawali bulan November ini, saya ingin membahas tentang menghargai keberadaan. Menanggapi beberapa celetukan "caper" atau "attention seeker" yang sering beredar dikalangan masyarakat saat ini, yang cenderung untuk ditujukan ke suatu gender yaitu "perempuan" menggugah saya untuk menulis tulisan ini, bukan untuk membantah atau membenarkan, tapi sebagai ulasan yang sering saya temui sehari-hari.  Caper atau attention seeker adalah bentuk ekspresi seseorang yang ingin keberadaannya diakui. Banyak hal yang bisa melatarbelakangi perilaku tersebut tentunya, dan kembali lagi kita tidak bisa melihat hanya dari satu sisi saja untuk menyikapinya. Kita tidak bisa langsung menghakimi bahwa hal itu termasuk hal negatif tanpa mengetahui penyebabnya. Kenapa perhatian harus dicari ? Karena mereka ingin diakui, mereka ingin keberadaannya dihargai, atau mereka ingin mendapatkan perhatian yang lebih. Mungkin saya selama ini s...

Identitas yang Disalahartikan

 Assalamualaikum, untuk mengisi Sabtu malam ini, ada pembahasan yang menarik yang menggoda saya untuk menuliskannya.  Sesuai judul, kali ini kita akan membahas tentang identitas yang disalahartikan. Apasih identitas itu ? Bagi umat muslim tentunya sudah tidak asing lagi dengan kata kerudung. Menurut KBBI sendiri kerudung berarti kain penutup kepala perempuan. Kenapa kali ini saya membahas hal tersebut ? Jawabannya adalah karena banyaknya kesalahanpahaman dalam pemakaian kain penutup kepala tersebut, entah itu dari umat muslimnya sendiri atau dari agama lain. Allah SWT berfirman dalam QS An Nur ayat 31: "Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra me...